Mencintai! Bukan dicintai


Hai hai hai sahabat bloggers!


Ada kabar baik nih!


Apa?


Mulai hari ini aku sudah tidak sendirian, loh.


Maksudnya tidak sendirian nulis, hehe.


Memangnya ada siapa?


Baiklah. Dia, dia adalah kakak angkatku. Walaupun aku sudah lupa kapan pertama kali kami bertemu.


Namanya Dasimah. Aku memanggilnya kak Imah. Kak Imah lahir di Stabat, Juni 2001.


So, disini kami berkolaborasi dalam mengembangkan blog ini. Tujuannya ya... tetap sama, yaitu menghibur para pembaca, hehe.


Klik Daftar Isi untuk melihat judul yang kami buat.


Ini kisah antara remaja
Laki-laki dan Perempuan


"Harap pembaca bijak dalam menyikapinya"



Tugas?


Masalah Tugas?


Tugas ku hanya mencintai bukan memaksa untuk dicintai.


Mencintai?


Dicintai?


Mencintai dan dicintai identik dengan pengorbanan.


Awalnya aku biasa saja dengannya.


Tapi lama-lama rasa cinta itu tumbuh dengan sendirinya. 😐


Waktu pun berjalan dalam jangka delapan bulan.


Wahhh, pasti kalian bingung ya kenapa cuman delapan bulan?


Ya, karena aku pikir dia tidak mencintai ku.


Hanya aku yang mencintainya.


Wanita merasa nyaman jika dicintai daripada mencintai.


Maka dari itu aku mengakhiri hubungan kami!!


Mencintai dan dicintai bukan dua hal yang boleh dipilih salah satu!


Jangan buat pasanganmu berpikir kalau kamu tidak mencintainya!



Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa di like, comment, share, and subscribe.

Selasa, 25 Desember 2018
Pangkalan Brandan, Sumatera Utara
Dasimah

Komentar

Posting Komentar

#Anda sopan kami segan:)