Rekreasi Remaja
REKREASI REMAJA
KEMANA AJA KITA?
V
E
R
S
I
MHD. KHAIRUL
And
GILANG RAMADHAN
Pangkalan Susu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Terletak di pesisir pantai Timur pulau Sumatera sekitar 100 km dari sebelah Utara Kota Medan dan 20 km dari Pangkalan Brandan. Pangkalan Susu mempunyai letak kurang strategis dan tidak dilintasi jalan lintas sehingga menyebabkan kota ini kian terasa sepi. Pangkalan Susu terkenal dengan sebutan Kota Minyak, namun sekarang tidak terlalu produktif lagi, hanya beberapa titik lokasi saja yang masih menghasilkan minyak bumi.
Untuk menuju ke Pangkalan susu dari kota Pangkalan Brandan, kita dapat naik kendaraan umum atau pribadi dan dapat memakan waktu ±45 menit.
2. Isi
Perkenalkan nama saya Mhd. Khairul Alamat di Tkh. Meranti. Perkenalkan nama teman saya Gilang Ramadhan Alamat di Terowongan.
Di sini, kami hanya beranggotakan dua orang. Yang kami lakukan tidak banyak hanya sedekar keliling Pangkalan Susu. Namun, banyak hal yang kami dapat dari rekreasi ini. Mulai dari mengenal Pangkalan Susu, Suasana Pangkalan Susu, dan ada yang spesial di Pangkalan Susu khususnya hari Rabu, ya Pekan Rabu.
Awalnya saya dan gilang bingung untuk membuat rekreasi kemana? Dan tanpa sengaja tepatnya hari Rabu 23 Januari 2019, secara mendadak Gilang mengajak saya ke Pangkalan Susu. Tujuannya yaitu untuk mengunjungi Pekan Rabu sekalian berwisata. Sebenarnya sih ada yang ingin dibeli.
Pekan Rabu adalah salah satu pasar yang hanya buka seminggu sekali tepatnya di hari rabu, makanya dinamakan Pekan Rabu atau Pasar Rabu.
Sepulang sekolah, kami berangkat dari Pangkalan Brandan menggunakan kendaraan sepeda motor dari jam ±14:30 di rumah Gilang lalu singgah sebentar di rumah Khairul. Sesampainya di Pekan Rabu jam ±15:15, kami langsung parkir kendaraan di sekitar area Pekan Rabu.
Pekan Rabu bukan sekedar jadi tempat belanja aja tapi sudah seperti tempat wisata. Karena banyak banget orang-orang yang antusias dari luar kota dan daerah untuk berkunjung ke sini.
Kemudian, kami memasuki area perbelanjaan Pekan Rabu. Di Pekan Rabu memang mayoritas barang dagangannya adalah monza atau barang bekas seperti pakaian wanita dan pria, pakaian dalam, boneka, gorden selimut, seprei dan bed cover, dan banyak lagi. Tapi bukan hanya barang bekas saja, barang baru juga banyak. Mulai dari pakaian, sepatu, sandal, jam, peralatan dapur, dan lainya. Makanan dan sayuran juga banyak dijual, buah-buahan dan tanaman juga dijual. Bahkan hewan ternak seperti anak bebek, ayam ikan hias juga ada. Aksesoris, perhiasan, dan banyak lagi barang-barang yang dijual. Makanya Pekan Rabu jadi tempat belanja sekaligus jalan-jalan yang asyik.
Selanjutnya, kami keliling-keliling terlebih dahulu sekalian mencuci mata dan melihat suasananya.
Tujuan pertama, mencari botol air minum:
Tak lama kemudian, kami singgah ke tempat penjualan botol air minum. Gilang mencari botol air minum tetapi belum nemu yang pas warnanya, sebabnya warna botol tersebut Ungu. Jadi next dulu ke tujuan kedua.
Kami melanjutkan perjalanan ke pencarian kedua yaitu sendal. Setelah kami dapat menemukan tempat penjualan sendal, disitulah kami berdua mulai mengbongkar-bongkar tumpukan sendal yang kami minati. Alhasil kami tidak menemukan yang kami minati. Jadi next ke tujuan ketiga.
Tujuan ketiga, keliling-keliling area Pekan Rabu:
Cukup letih rasanya berkeliling area Pekan Rabu. Bukannya luas tetapi keramaian orang ini yang membuat letih, belum ditambah dengan saling dorong-dorongan dengan emak-emak. Memang sih udah jadi tradisi Pekan Baru. Selanjutnya kami singgah di salah satu tempat penjualan kaos kaki. Kemudian Gilang membeli kaos kaki sepasang dengan harga Rp5.000,. Selanjutnya kami melanjutkan barang yang ingin kami beli.
Setelah mendapat botol air minum selain warna ungu, kemudian Gilang menawar membelinya tapi yang jual emak-emak jadi terpaksa tidak bisa ditawar lagi. Akhirnya Gilang membelinya dengan harga Rp10.000,. Begitu juga dalam membeli sandal, 3 pasang dengan harga Rp23.000,.
Capek? sudah. Keliling? Sudah. Tinggal makan yang belum!
Salah satu ikon Pekan Rabu yaitu Martabak Telor. Rasanya sih ya enak. Walaupun harganya Rp5000, per porsi, tetapi antriannya lama karena sekian banyaknya orang yang ingin membeli martabak telor sebagai oleh-oleh dari Pekan Rabu. Mulai dari anak-anak, remaja, dan ibu-ibu juga membeli martabak telor.
Setelah kami membeli martabak telor, kami langsung menyantap martabat telor di area parkir.
Setelah selesai makan, jam menunjukan pukul 17:00.
Di sekitaran Pangkalan Susu, ada sebuah perkomplekan Pertamina Bukit Kunci Pangkalan Susu. Dari atas Bukit Kunci juga kita dapat melihat samar-samar hamparan laut di Pelabuhan Pangkalan Susu.
Setelah makan, kami bergegas menuju Bukit Kunci. Sesampainya di Bukit Kunci kami tidak diperbolehkan masuk. Sayang sekali kami tidak beruntung. Ya, akhirnya kami mencari tempat spot lainnya.
Kemudian saya ingat bahwa ada sebuah kilang Pertamina yang tidak jauh dari Bukit Kunci yaitu ASPHALT PLANT PANGKALAN SUSU yang sudah resmi ditutup dan tidak beroperasi lagi. Seiring berjalan waktu, barang-barang di kilang ini mulai berhilangan. Berpengaruh pada Jalan di sekitar ini jadi sepi. Kilang inilah juga sebagai bukti bahwa Pangkalan Susu adalah kota Minyak.
Masih di sekitar kilang Pertamina ASPHALT PLANT PANGKALAN SUSU terdapat sebuah telaga. Di telaga yang berumputan hijau, terdapat juga belasan ekor lembu sedang memakan rerumputan di pinggiran telaga. Terdapat juga orang yang menghabiskan waktunya untuk bermancing.
Tidak terasa masih di Pangkalan Susu waktu sudah pukul 17:30, jadi akhir kata kami pulang ke rumah masing-masing. Setelah saya mengantarkan Gilang, saya langsung pulang ke rumah.
3. Kesan dan Pesan
Gilang Ramadhan
Kesannya adalah saya sangat senang karena saya sangat jarang untuk datang ke sana. Di sana sangat banyak barang yang diminati oleh ibu-ibu.
Pesannya adalah jangan menilai suatu tempat atau barang dari luarnya saja tapi lihatlah dalamnya.
Mhd. Khairul
Kesannya adalah berkeliling di Pangkalan Susu merupakan salah satu pengalaman yang pernah saya miliki. Walaupun saya bukan orang Pangkalan Susu tetapi pribadi saya sendiri banyak kenangan yang bisa didapat di Kota Minyak ini. Jujur, saya kagum dengan tanah Pangkalan Susu ini karena jayanya di masa Belanda. Yang dulu punya berlimpah-limpah minyak, kini hanya menjadi sebutan saja dan hanya dipandang sebelah mata. Seperti kilang minyak Asphalt Plant hanya meninggalkan kenangan.
Pesannya adalah bangkit dan Majulah Pangkalan Susu dan Pangkalan Brandan kembali ke masa kejayaan kalian.




















Saya kurang senang karena lelaki yg berjaket kuning terlalu mungil
BalasHapusDari mana mungilnya😆😆
HapusOwowowowowowo
BalasHapusWkwk
BalasHapus